8 Penyebab Serangan Jantung

   Jantung merupakan alat vital dalam tubuh. karena semua alat dan jaringan bergantung pada kediatan jantung dalam penyediaan darah bagi seluruh tubuh. Seandainya jantung berhenti berfungsi untuk beberapa menit saja, maka terjadilah perubahan dan sebagian alat itu tidak dapat diperbaiki lagi. Sel-sel otaklah yang pertama menderita kerusakan.

Jenis penyakit yang menyebabkan serangan jantung ialah tajuk jantung (penyempitan pepmbuluh koroner). Apabila secara tiba-tiba terjadi penyumbatan pada pembuluh koroner, maka seorang tersebut benar-benar mendapat serangan jantung. Inilah yang disebut dokter, "penyumbatan pembuluh koroner".

Biasanya, kronologis terjadinya serangan jantung adalah pada menit pertama, penderita masih melakukan kegiatan seperti biasa. Pada menit kedua,dia merasakan nyeri yang amat sangat, dada terasa seperti di remas-remas, ditekan atau di ikat. Rasa nyeri yang begitu menyakitkan tersebut membuat nafasnya menjadi sesak. Rasa nyeri ini biasanya bertahan sampai setengah jam lebih. Menit berikutnya, tubuh menjadi lemah, merasa mual atau muntah dan mengucurkan keringat. Kulitnya pun menjadi lembab, dingin dan kelihatan pucat atau kehitam-hitaman. Jika keadaan sudah demikian, tidak ada alasan lain kecuali membawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami serangan jantung:

1. Usia dan Jenis Kelamin

Pria dibawah usia 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita pada kelompok usia yang sama. Setelah menopause, risiko seorang wanita bertambah, karena adanya penurunan yang drastis dari hormon estrogen yang  bersifat melindungi.

2. Keturunan Keluarga

Penelitian mennunjukan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem serupa.

3. Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Penderita diabetes dapat mengalami penyakit serangan jantung akibat komplikasi dari penyakit tersebut.

4. Merokok (Terkena Asap Rokok)

Merokok secara langsung bertanggung jawab atas kira-kira 20% dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50% dari serangan jantung, terjadi pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Merokok memang akan meningkatkan tekanan darah dan memasukan zat-zat kimia beracun, seperti nikotin dan karbon monoksida kedalam aliran darah. Zat-zat kimia ini selanjutnya akan merusak arteri

5. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Saat timbunan plak meningkat, maka akan lebih banyak penghalangan terhadap aliran darah. Dengan demikian, terjadilah peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko serangan jantung.

6. Kegemukan (Obesitas)

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak. Menghindari atau mengobati obesitas (Kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Karena diabetes ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

7. Kurang Gerak (Kurang Olahraga)

Orang-orang yang tidak banyak bergerak memiliki risiko yang lebih tinggi terkena serangan jantung. Mereka menghabiskan sebagian besar sebagian besar waktu/hari mereka tanpa aktif secara fisik dan tidak berolahraga dengan teratur. Serangan jantung sering kali terjadi pada orang-orang ini setelah kegiatan-kegiatan yang berat, seperti bekerja keras di kebun, joging, dan mengangkat beban berat. Risiko tersebut akan menurun saat seseorang tersebut melakukan olahraga dengan rutin dan teratur. Jalan-jalan santai selama 20-30 menit sebanyak tiga atau empat kali dalam seminggu dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa, menurunkan kadar kolesterol, serta menurunkan tekanan darah.

8. Stres (Tekanan Emosi)

Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan menurunkan aliran darah hingga 27%. Bahkan, dalam penelitian lain dsebutkan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.

Semoga bermanfaat, dan lebih menjaga kesehatan jantung anda. ibarat kata, sehat itu mahal.