Pingsan adalah keadaan tidak sadar untuk sementara waktu. Biasanya, hal ini terjadi karena berkurangnya aliran darah ke otak. Penyebabnya juga tentu bermacam-macam. Adapun Tindakan pertolongan yang harus dilakuan untuk mengatasi pasien yang pingsan adalah sebagai berikut:
6 Tindakan Pertolongan Terhadap orang yang pingsan
1. Tindakan terhadap Orang Pingsan Secara Umum
6 Tindakan Pertolongan Terhadap orang yang pingsan
1. Tindakan terhadap Orang Pingsan Secara Umum
- Baringan pasien dalam posisi horizontal dengan kai sedikit tinggi dari tubuhnya.
- Letaan ompres dingin di dahi dan kepala pasien.
- Longgarkan pakaian di bagian pinggang dan leher.
- Apabila mungkin, bukalah botol minyak wangi atau amonia di depan hidungnya.
- Apabila pasien pingsan selama 1-2 menit, panggillah dokter. Sementara itu, selimuti pasien agar tetap hangat.
- Bagi pasien akan segera siuman, mungkin ia akan merasakan pusing untuk sementara waktu. Pada kondisi ini, biarkan pasien tidur dalam posisi setengah bersandar selama satu jam atau lebih.
2. Tindakan terhadap Orang Pingsan yang Tidak Diketahui Penyebabnya
- Apabila orang yang pingsan tersebut tida bernafas, atau susah bernafas, segera berikan nafas buatan.
- Dihadapan para saksi mata, periksalah isi kantong pasien atau isi dompetnya untuk mencari informasi. Mungkin, ia membawa kartu atau kalung yang menyatakan kalau dirinya sebagai penderita penyakit gula atau penyebab ia jatuh pingsan.
- Apabila muka pasien merah menyala, dan denyut jantungnya kuat, anggap bahwa ia mendapat serangan otak dan rawatlah dengan baik.
- Apabila muka pasien pucat dan denyut nadinya lemah, periksalah kalau ada pendarahan atau luka di kepala. Anggaplah bahwa ia mengalami shock. Biarkan ia tetap berbaring dengan kepala lebih rendah dari tubuhnya.
- Apabila bibir pasien berwarna biriu, periksalah denyur jantung dan pernafasannya. Apabila jantung tidak berdenyut, pijatlah jantungnya dari luar.
- Pasien yang sedang pingsan harus tetap diselimuti sampai tiba dokter atau ambulans.
- Apabila pasien muntah, miringkan kepalanya kesamping dan periksalah agar muntahan tidak menyumbat kerongkongannya.
3. Tindakan terhadap Orang Pingsan Karena Penyakit Gula
Dalam penyakit gula, ada dua jenis ketidaksadaran yang terjadi, yaitu ketidaksadaran akibat tidak cukupnya hormon insulin dalam jaringan (diabetic coma) dan karena terlalu banyak insulin (insulin shock). Dalalm hal Diabetic Coma, lambat laun pasien menjadi tidak sadar, muka dan bibir memerah, dan kulit menjadi kering. Gejala lainnya adalah nafas pasien bau acetone. Tindakan yang harus dilakukan terhadap pasien ini tidak sama dengan tindakan terhadap pasien yang pingsan akibat mabuk.
Berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan:
- Satu-satunya obat untuk ketidaksadaran ini ialah dengan menyuntikkan hormon insulin. Namun, pemberian suntikan ini harus seizin dokter. Berilah insulin sebanyak 50 unit suntikan dibawah kulit pasien. Dengan memeriksa kadar gula dalam air seni, diagnosis itu akan semakin dikuatan.
- Sementara menunggu dokter atau ambulans, rawatlah pasien seperti merawat orang yang terkena shock. Selimuti pasien agar tubuhnya tetap panas dengan kaki diangkat lebih tinggi dari tubuh. Kemudian, masukkan cairan melalui lubang dubur apabila ada peralatan suntikan urus-urus. Jangan berikan gula atau zat arang dalam bentuk apapun.
4. Tindakan terhadap Orang Pingsan Karena Banyak Insulin (Shock Insulin)
Keadaan seperti ini adalah kebalikan dari pasien yang kekurangan insulin. Dalam hal ini, penderita penyakit gula mungkin sudah terlanjur menelan insulin dengan dosis teretentu. Ia lupa untuk mengkonumsi makanan yang akan memanfaatkan insulin tersebut. Akibatnya, pasien tampak pucat, kulit lembab, tampak sedang mengalami shock, tetapi nafasnya tidak berbau acetone. Tindakan yang harus dilakukan menghadapi pasien seperti ini adalah sebagai berikut:
- Apabila anda dapat memastikan penyebabnya, taburkan gula diatas lidahnya dan biarkan sampai gula tersebut hancur sendiri. Atau, berikan sari buah dalam ukuran kecil (satu sendok teh) walaupun pasien sedang pingsan.
- Panggil ambulans atau hubungi dokter agar pasien mendapat perawatan lebih lanjut.
5. Tindakan terhadap Orang Pingsan Karena Serangan Otak
Dalam hal ini, pasien bukan mendadak pingsan, tetapi mungkin tidak sadar, mengantuk, atau pikiran sedang kacau. Biasanya, muka pasien tampak merah dan bengkak, manik mata berbeda dasarnya, sukar berbicara, dan pada muka atau bagian tubuh lain terdapat otot yang lemah. Tindakan yang seharusnya dilakukan adalah:
- Carilah pertolongan
- Biarkan pasien berbaring dalam posisi setengah bersandar.
- Kompres pasien dengan air dingin atau kantong es di dahi dan muka
- Pasien perlu dikuatkan imannya
6. Tindakan terhadap Orang Pingsan Karena Penyakit Uremia
Penyakit ini terjadi karena ginjal tidak berfungsi secara normal. Ketidaksadaran biasanya berkembang secara bertahap setelah pasien tersebut menderita penyakit ginjal atau penyakit jantung beberapa lama.
Gejala-gejalanya sebagai berikut:
- Pasien merasakan sakit kepala dan kekacauan pikiran
- Kulit pasien nampak pucat pasi, kering, dan rasa dingin
- Pasien berbau air seni, sedangan denyut jantungnya cepat dan keras.
Tidak banyak yang dapat dilakukan seorang penolong terhadap pasien seperti ini, kecuali meminta pertolongan medis atau membawanya ke rumah sakit.
